fbpx

Strategi Pengembangan Pertanian Organik Di Indonesia

Langkah Jitu Untuk Bisnis Pertanian Organik

Secara substansi, pertanian organik sebenarnya bukanlah barang baru. Sebelum dulu ditemukan pupuk kimia ataupun pestisida, hampir semua elemen agraria menerapkan sistem pertanian organik yang memiliki kualitas yang baik dan sangat menyehatkan. Hanya saja dalam beberapa kurun waktu terakhir pertanian organik ini sedikit bergeser kiprahnya.
Namun semenjak banyak seminar yang mengatakan bahwa pertanian organik masih layak dikembangkan dan potensial untuk dikembangkan di Indonesia, banyak orang kini mulai berpikir kembali untuk menjalankan pertanian organik. Lalu, langkah apa saja yang harus dilakukan untuk menjalankan bisnis pertanian organik agar sukses? Berikut akan dijabarkan beberapa langkah-langkah tersebut.

Langkah Untuk Bisnis Pertanian Organik

1. Menyiapkan Lahan
Satu hal yang harus anda tahu bahwa lahan yang akan digunakan harus disiapkan dengan baik, pastikan lahan tersebut terbebas dari residu pupuk serta obat kimia sintesis. Proses konversi lahan dari pertanian konvensional menuju pertanian organik membutuhkan waktu setidaknya 1-3 tahun. Selama dalam masa transisi, produk pertanian yang dihasilkan belum dapat dikatakan sebagai produk hasil tani organik karena biasanya masih tersisa kandungan residu kimia didalamnya.

2. Pikirkan Kondisi Pengairan
Kondisi pengairan lahan juga menjadi salah satu aspek yang menentukan pertanian organik anda berkualitas atau tidak. Akan menjadi sia–sia jika anda menerapkan pertanian organik tetapi air yang mengaliri lahan banyak mengandung residu bahan kimia. Tentunya lahan bisa berisiko tercemar zat tersebut, dan pada akhirnya produk yang dihasilkan bukanlah sebuah produk yang steril.

3. Perhatikan Pupuk Dan Penyubur Tanah
Pemupukan dalam pertanian organik wajib menggunakan pupuk organik. Tidak bisa dikatakan sebagai pertanian organik jika pupuknya bukan merupakan pupuk organik. Jenis pupuk organik yang diperbolehkan untuk pertanian organik yaitu jenis–jenis pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos, ataupun pupuk hayati yang saat ini banyak diupayakan penerapannya.

4. Pengendalian Hama Dan Penyakit
Pengendalian hama dalam pertanian organik alangkah baiknya jika menerapkan konsep pengendalian hama terpadu. Hal–hal yang terlarang adalah menggunakan obat–obatan seperti pestisida, fungisida, herbisida, dan sejenisnya untuk membasmi hama.

5. Penanganan Pasca Panen
Proses pencucian atau pembersihan produk hendaknya menggunakan air yang memenuhi standar baku mutu organik. Hindari air yang sudah tercemar zat kimia sintetis. Upayakan untuk menggunakan peralatan yang tidak terkontaminasi dengan zat–zat kimia, apalagi kaitannya dengan penyimpanan dan pengangkutan produk organik. Ini dilakukan guna memberikan nilai tambah pada produk pertanian yang anda hasilkan, kemas produk pertanian organik anda dengan bahan yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang.
Demikian informasi yang kali ini bisa kami berikan sehubungan berkaitan dengan Langkah Jitu Untuk Sukses Bisnis Pertanian Organik. Semoga dapat menjadi sebuah informasi yang bermanfaat dan selamat mencoba bisnis pertanian organik.

             Sekilas pembuatan pupuk organik dari limbah kulit bawang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonINFO LENGKAP
error: Content is protected !!